
TULUNGAGUNG – Kebakaran melanda sekitar satu hektare lahan Perhutani di Dusun Secang, Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, Sabtu (3/10/2026). Babinsa bersama personel TNI yang berada di sekitar lokasi langsung bergerak melakukan pemadaman setelah melihat kepulan asap dari kawasan hutan.
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.40 WIB oleh Babinsa Desa Pojok, Sertu Yudi Riyanto dari Koramil 0807/09 Campurdarat. Saat itu, Babinsa melihat kepulan asap yang berasal dari kawasan lahan Perhutani di Dusun Secang.
Sertu Yudi Riyanto kemudian bersama sejumlah anggota Koramil yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan pra-TMMD langsung menuju lokasi. Total lima personel TNI terlibat dalam upaya penanganan kebakaran tersebut.
Setibanya di lokasi, para personel segera melakukan pemadaman secara langsung menggunakan peralatan yang tersedia. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegahnya meluas ke kawasan hutan di sekitarnya.
Setelah dilakukan pemadaman selama kurang lebih dua jam, sekitar pukul 13.30 WIB api berhasil dikendalikan. Kobaran api telah mengecil dan kemudian padam. Meski demikian, personel tetap melakukan pengawasan terhadap lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Lahan Perhutani yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Vegetasi yang terbakar meliputi tanaman bambu dan jati. Tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel dalam kejadian tersebut.
Lokasi kebakaran diketahui berjarak sekitar 1,5 kilometer dari permukiman warga. Jarak tersebut menjadi salah satu faktor yang turut diperhatikan dalam proses pemadaman dan pemantauan agar api tidak berkembang ke area lain.
Berdasarkan informasi awal yang diterima di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh puntung rokok yang dibuang warga. Namun, dugaan tersebut masih merupakan informasi awal dan belum menjadi kesimpulan resmi mengenai penyebab kebakaran.
Selain melakukan pemadaman, personel juga melaporkan kejadian tersebut kepada komando atas. Setelah api padam, pengawasan terhadap lokasi tetap dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi penyalaan kembali.
Respons cepat Babinsa dan personel TNI yang berada di sekitar lokasi menjadi bagian penting dalam penanganan kebakaran tersebut, sehingga api dapat dikendalikan sebelum meluas ke kawasan Perhutani lainnya.

Leave a Reply